Bagaimana Menjual Wisata Sejarah Pabrik Gula?

December 10, 2012 @

Pabrik gula telah menjadi saksi perjalanan terbentuknya Indonesia. Jauh sebelum republik ini merdeka, ratusan pabrik gula sudah kokoh berdiri. Bermula dari tanaman tebu yang pertama dibawa ke Pulau Jawa pada abad ke-15 oleh perantauan dari Cina.VOC yang hadir di Indonesia melihat tanaman tebu sebagai potensi menarik. Permintaan gula meningkat pesat pada abad ke-18. Dengan alasan bisnis, VOC mulai menyewa pabrik gula milik etnis Cina di pantai utara Jawa. Awalnya, pabrik gula diberi kesempatan menyewa tanah rakyat dalam waktu 3 tahun. Masa tanam paksa menjadikan tanaman tebu sebagai salah satu tanaman favorit. Pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan Hak Sewa Tanah selama 70 tahun.

Pabrik gula pernah mencapai puncak kejayaan dengan suplai luar biasa. Pemerintah kolonial Belanda mendapatkan keuntungan besar dari operasional pabrik gula di Indonesia. Hingga saat ini, masih ada ratusan pabrik gula beroperasi. Sebagian dari mereka masih eksis bertahan. Sebagian hanya beroperasi ala kadarnya, atau business as usual. Sebagian tidak lagi menghasilkan keuntungan besar.

Hal menarik adalah melihat bagaimana pabrik gula menjadi saksi perjalanan sejarah. Pabrik gula tidak pernah dapat dilepaskan dari keuntungan luar biasa pemerintah kolonial Belanda, sistem tanam paksa, sistem perbudakan, sejarah mesin pabrik gula, kereta api pengangkut tebu, dan pergerakan rakyat.

Sejarah panjang pabrik gula bisa menjadi potensi menarik, yaitu wisata sejarah. Secara nyata, kita masih memiliki banyak pabrik gula yang berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Lebih tepatnya, pabrik gula punya potensi menarik dikembangkan menjadi wisata sejarah. Sudah banyak tulisan membahas tentang wisata sejarah pabrik gula. Namun tidak banyak tulisan yang membahas tentang strategi wisata sejarah pabrik gula. Tulisan ini lebih fokus membahas strategi komprehensif wisata pabrik gula dengan bahasa sederhana.

 

Situation Analysis: Know Your Market

Pertama, yang harus dilakukan adalah tahu siapa pengunjung wisata pabrik gula. Lakukan penelitian terhadap pengunjung pabrik gula. Lakukan mapping untuk menganalisis lebih jauh. Lakukan pengamatan selama beberapa waktu untuk mengidentifikasi bagaimana karakteristik pengunjung. Cukup mengamati, kemudian membuat analisis.

Apa saja yang harus dicatat? Poin-poin yang harus dicatat adalah bagaimana profil pengunjung tiap segmen, usia pengunjung, tujuan mereka berkunjung, karakteristik pengunjung, darimana pengunjung berasal, bagaimana pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang wisata pabrik gula, dan lain-lain.

Secara ringkas, seperti apa tipe pengunjung wisata sejarah pabrik gula?

Pertama, information seeker. Mereka datang ke pabrik gula untuk mencari informasi, seperti apa pabrik gula, bagaimana sistem operasional pabrik gula, bagaimana sejarah pabrik gula, dan lain-lain. Contohnya adalah rombongan pengunjung dari sekolah dan komunitas pecinta sejarah. Sebagian dari pengunjung tipe ini relatif lebih loyal jika diajak untuk mengembangkan wisata pabrik gula. Misalnya, komunitas pecinta sejarah tentu lebih punya daya tarik khusus pada objek pabrik gula.

http://www.solopos.com/2011/06/23/wisata-pengetahuan-unik-di-pabrik-gula-tasikmadu-104073

 

Kedua, emotional seeker. Mereka adalah tipe pengunjung yang punya hubungan emosi dengan masa lalu, suka mencari keindahan, dan memiliki daya imajinasi tinggi. Contohnya adalah orang Belanda yang khusus datang ke pabrik gula untuk melihat peninggalan nenek moyangnya. Pengunjung tipe ini adalah sasaran menarik untuk diajak mengembangkan wisata pabrik gula.

Ketiga, entertainment seeker. Pengunjung tipe ini adalah orang yang suka mencari hiburan khusus, lebih interaktif, dan lebih suka melihat atraksi-atraksi khusus. Biasanya wisatawan jenis ini selalu meluangkan waktu untuk melihat atraksi-atraksi khusus yang ditampilkan di lokasi wisata lain. Pengunjung tipe ini bisa diajak terlibat untuk mengembangkan wisata pabrik gula.

Keempat, tourist. Pengunjung jenis ini punya ikatan emosional cenderung lemah. Mereka biasanya hanya berkunjung untuk bersenang-senang, sekedar foto-foto, dan mengisi waktu luang. Untuk tipe pengunjung seperti ini, mereka kurang punya loyalitas tinggi.

Bagaimana menjual wisata sejarah pabrik gula? Selanjutnya, dengan analisis sederhana diatas, pihak pengelola wisata pabrik gula dapat membuat strategi sederhana untuk menjual konsep wisata sejarah. Klasifikasi ini memudahkan untuk menerapkan strategi branding wisata sejarah.

 

TOWS Analysis

TOWS Analysis adalah alat sederhana untuk analisis. Sebagai contoh, beberapa pabrik gula sudah mulai membuat wisata sejarah pabrik gula, seperti PTPN X. Bagaimana analisis singkat ini?

THREATS:

– Munculnya tempat-tempat refreshing, seperti mall, alun-alun, dll

OPPORTUNITIES:

– Meningkatnya animo masyarakat untuk berwisata sebagai dampak peningkatan pendapatan

– Wisatawan luar negeri memiliki animo cukup tinggi terhadap wisata sejarah

– Animo masyarakat terhadap wisata sejarah mulai meningkat

STRENGTHS:

– Aset pabrik gula berupa bangunan, mesin, dan alat transportasi berusia tua memiliki nilai sejarah tinggi

– Pabrik gula memiliki sejarah panjang, banyak yang didirikan sebelum Indonesia merdeka

WEAKNESS:

– Aset pabrik dan manajemen wisata sejarah belum dikelola dengan baik

 

Strategi Memasarkan Wisata Sejarah Pabrik Gula

Apa tujuan utama wisata sejarah pabrik gula? Tujuan ini mesti ditetapkan dengan jelas, apakah sekedar meningkatkan jumlah pengunjung, menarik wisatawan lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan internasional, atau membangun loyalitas. Secara sederhana, loyalitas bisa diartikan keinginan pengunjung untuk kembali lagi dan terlibat untuk mempromosikan wisata pabrik gula.

Pertama, bangun kerjasama dengan komunitas pecinta sejarah. Ingat, ini adalah wisata sejarah yang tak bisa berdiri sendiri. Membangun komunitas adalah kunci sukses memasarkan produk. Kerjasama dengan pecinta sejarah, misal, memberi fasilitas untuk aktivitas mereka. Pabrik gula yang cerdas harus berhasil membangun koneksi dengan komunitas-komunitas seperti ini. Komunitas lain yang perlu dipertimbangkan adalah komunitas anak sekolah, komunitas sepeda onthel, komunitas pecinta lingkungan, dan sebagainya.  Manfaatkan jaringan yang mereka miliki untuk memperluas jaringan wisata pabrik gula. Ini adalah kunci utama untuk membangun keterikatan emosional dan saling membutuhkan.

Kedua, berikan informasi yang lengkap kepada dunia luar. Sebagai contoh, buatlah website yang menarik, berikan foto-foto menarik, facebook, twitter, dan buat akun youtube untuk mempopulerkan wisata sejarah pabrik gula. Cara-cara sederhana ini perlu dimanfaatkan. Selama ini calon pengunjung kurang mendapatkan informasi lengkap dari dunia maya. Apalagi untuk calon wisatawan asing, mereka tentu lebih sulit lagi meng-akses informasi ini. Kedepan, pihak manajemen harus memastikan mampu memberi informasi lengkap kepada dunia luar.

Ketiga, bangun kerjasama dengan instansi dan lembaga berhubungan dengan dunia wisata, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, agen-agen pariwisata, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, dan lain-lain. Contoh mudah, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda melalui Erasmus Huis bisa menjadi partner strategis karena hubungan historis Indonesia dan Kerajaan Belanda. Banyak bangunan pabrik gula yang dibangun sejak zaman kolonial Belanda.

Keempat, mengadakan aktivitas-aktivitas menarik dengan mengangkat kekuatan masyarakat lokal. Pabrik gula harus menyatu dengan masyarakat lokal, misalnya dengan membuat pertunjukan yang menarik turis untuk datang. Contoh lain, pabrik gula menyimpan cerita sejarah. Pihak manajemen dapat membuat pertunjukan teater dengan tema sejarah pergerakan kemerdekaan. Topik ini tentu memiliki nilai historis. Jika dikemas secara menarik maka akan mampu menarik minat pengunjung. Masih banyak acara lain yang bisa dilakukan, seperti konser musik. Aktivitas ini bisa membangun brand dari pabrik gula kepada dunia luar.

Kunci utama adalah bagaimana mengemas sebuah aset berharga menjadi “barang jualan” yang menarik publik. Jika tim manajemen mampu mengemas dengan menarik, wisata sejarah pabrik gula akan menjadi magnet tersendiri.

 

Comments are closed.

© 2018 ARIP MUTTAQIEN.