Pesta Bola di Belanda

June 30, 2014 @

Alhamdulillah, saya tinggal didaerah pusat kota, atau jamak disebut centrum. Hanya perlu jalan kaki 3 menit dari kamar menuju universitas. Buat saya, tinggal di centrum lebih menyenangkan, karena lebih dekat keramaian. Semua bisa dilakukan walking distance, hanya perlu jalan kaki dari rumah ke fasilitas perbelanjaan, kafe, pusat kota, kelas, dan perpustakaan. Di centrum pula, cafe selalu ramai, apalagi menjelang pertandingan bola.

20140629_141315

20140629_141245

Orange!

Itulah warna dominan di negeri kincir angin ketika tim nasional Belanda bertanding. Diberbagai sudut kota tidak sulit menemui hiasan pernak-pernik berwarna orange, mulai dari bendera, balon, baju, meja, piring, hingga sepeda. Nonton bareng (nobar) mudah ditemui diberbagai cafe. Biasanya cafe menyediakan TV berukuran besar. Nobar jadi wahana bersosialisasi murah meriah. Cukup beli minuman (dan kadang sedikit makanan) dengan beberapa euro.

Nuansa keramaian sangat terasa ketika Belanda mengalahkan Spanyol dengan skor 5 – 1. Pada awalnya, orang-orang disini tidak terlalu yakin Belanda akan menang menghadapi juara bertahan. Kemenangan dengan skor telak membuat centrum terasa ramai hingga lewat tengah malam. Saya dan teman-teman sempat bertahan di sebuah cafe di Vrijthof hingga hampir jam 1 malam. Dan masih terasa ramai! Mungkin aroma kemenangan Belanda.

20140629_190217

Suasana ramai kembali terulang ketika Belanda mengalahkan Australia (3-2) dan Chile (2-0). Dan hari ini, dengan pertandingan dramatis perdelapan final antara Belanda dan Meksiko dengan skor 2-1. Terdengar suara riuh ketika Sneijder membuat gol di menit ke-88. Padahal Meksiko hampir pasti melangkah ke babak perempat final. Gol Sneijder menyelamatkan Belanda dari ujung tanduk. Selanjutnya, ketika Huntelaar berhasil menyarangkan penalti di injury time, orang-orang berteriak puas tak berhenti. Rasa puas karena tim nasional Belanda berhasil melangkah ke babak perempat final, walaupun dengan kemenangan dramatis dengan performa yang tidak sebagus ketika babak penyisihan. Disatu sisi, Meksiko pasti protes keras karena hadiah penalti yang menjadi sumber kekalahan.

Tiupan terompet dan teriakan orang-orang terdengar di centrum. Suasana dingin tidak menyurutkan orang-orang untuk beraktivitas diluar. Walaupun ini adalah musim panas, dalam dua hari terakhir Maastricht hujan deras. Efeknya, suhu sempat turun hingga 13 celcius.

Pertandingan berikutnya adalah Costa Rica dan Yunani, nampaknya tidak terlalu menarik. Pemenangnya akan melawan Belanda dibabak perempat final pada 5 Juli.

Comments are closed.

© 2018 ARIP MUTTAQIEN.