Profil

April 5, 2013 @

Arip Muttaqien, di lahirkan pada 5 Ramadhan 1405 H, bertepatan dengan 25 Mei 1985, di kawasan sub-urban Madiun, sebuah kota di kawasan barat Jawa Timur. Lahir sore hari menjelang adzan magrib. Kata Ibu, “Lahirnya tidak terlalu menyusahkan. Malam itu lahir, besoknya Ibu langsung beraktivitas seperti biasa. Tidak seperti kakaknya yang membuat Ibu harus opname di rumah sakit karena pingsan tak sadarkan diri.”

Lahir sebagai anak terakhir dari dua bersaudara. Arip hanya punya satu kakak perempuan bernama Ita Muharram Sari, berusia 2,5 tahun lebih tua. Saat ini dia berprofesi sebagai dokter dan sedang melanjutkan studi pendidikan dokter spesialis saraf di Universitas Airlangga. Sejak kecil Arip dikenal selalu mengikuti kakaknya kemanapun pergi.

Arip melewati masa kecil dan bersekolah hingga SMA di Madiun. Sekolah pertama yang dikenalnya adalah TK PT. Redjo Agung selama setahun, sekitar 2,5 kilometer. Tiap hari Ayah mengantar dan menjemput. Lalu melanjutkan ke SDN Tiron 3, hanya 400 meter dari rumah. Tiap hari berjalan kaki. Hanya dua tahun bersekolah di SD tersebut, Arip pindah ke SDN Madiun Lor 11, sekitar 4 kilometer dari rumah. Tiap hari Ayah mengantar. Namun hanya kadang-kadang menjemput. Hampir tiap hari Arip naik kendaraan umum, waktu itu hanya cukup membayar Rp 100. Lulus SD, melanjutkan ke SMPN 1 Madiun. Kelas 1 SMP dapat jatah untuk masuk siang hari, karena keterbatasan ruang kelas. Baru menginjak kelas 2 dan 3, Arip masuk pagi hari. Arip melanjutkan ke SMAN 2 Madiun. Lulus tahun 2003 dari program IPA.

Sejak tahun 2003, Arip melanjutkan pendidikan ke Universitas Indonesia, belajar Teknik Industri dan lulus tahun 2007. Selama kuliah pernah tinggal di asrama Universitas Indonesia. Hanya setahun tinggal di asrama, kemudian beruntung mendapatkan beasiswa PPSDMS, sebuah program kepemimpinan selama dua tahun. Bergabung dengan PPSDMS memberi kesempatan untuk lebih optimis melihat masa depan, berinteraksi dengan berbagai manusia dengan beragam latar belakang, aktif dalam kegiatan-kegiatan, dan membuka wawasan kebangsaan. Selama dua tahun Arip tinggal dengan teman-teman PPSDMS regional Jakarta angkatan ke-2.

Selama di kampus, pernah mendapatkan beberapa beasiswa, seperti Jakarta School, Unilever Scholarship, beasiswa dari Universitas Indonesia (bernama PPA), dan Goodwill Leadership Program. Arip mulai menulis sejak tahun ke-3 kuliah. Pertama mengirimkan tulisan ke lomba karya tulis tingkat nasional dan langsung juara pertama. Sejak saat itulah aktif menulis dan terus menulis. “Ternyata menulis itu tidak sulit. Tak perlu teori banyak. Hanya tinggal praktik. Belajar dari kesalahan. Perbaiki.” Sederhana saja rumus menulis.

Lulus kuliah tahun 2007. Arip bekerja di Mark Plus Inc, sebuah perusahan konsultan marketing, selama setahun (Oktober 2007 – Oktober 2008). Sempat side job sebagai konsultan di BAPPENAS selama setengah tahun (Juli 2007 – Desember 2007). Sejak Oktober 2008, Arip memutuskan tidak memperpanjang kontrak di Mark Plus dan fokus untuk persiapan studi master, meski saat itu belum ada jaminan (belum ada beasiswa dan belum ada surat penerimaan dari universitas).

Arip melanjutkan pendidikan studi master di negeri Napoleon dan lulus tahun 2010. Bidang studi yang ditekuni adalah Economics di Toulouse School of Economics dengan beasiswa Eiffel dari Kementerian Luar Negeri Prancis. Banyak pengalaman yang didapat. Tak hanya mengenyam pendidikan di sebuah school of economics terbaik di Prancis, namun sempat merasakan atmosfer multikultural dan jalan-jalan diberbagai negara.

Pulang dari Prancis, dari Oktober 2010 hingga Februari 2013, Arip bekerja di Indonesia Mengajar. Disela-sela pekerjaan rutin, Arip membantu sebagai konsultan di BAPPENAS.

Saat ini Arip aktif sebagai staf pengajar di ABFI PERBANAS Instituteconsultant team leader di salah satu lembaga pemerintahan dan menjalankan bisnis IndoAnalisis. Pernah bekerja di private sector, pemerintahan, dan NGO adalah sebuah pengalaman berharga. Pengalaman bekerja diberbagai bidang memberi sudut pandang beragam. Menghadapi berbagai manusia dengan latar belakang, sistem, dan budaya berbeda menjadi nilai tambah khusus.

Disela-sela aktivitas rutin, tiap akhir pekan masih menyempatkan lari. Selama sebulan rata-rata berlari 30K – 40K. “Berlari membuat hidup lebih optimis”. Senang belajar bahasa asing. Hingga hari ini, beberapa bahasa asing yang pernah dipelajari: Prancis, Spanyol, dan Belanda. Cita-citanya adalah belajar banyak bahasa asing dan menjadi pelari marathon.

PROFIL LINK KETERANGAN
Facebook Arip Muttaqien Foto-foto aktivitas
LinkedIn Arip Muttaqien Profil profesional

One Comment → “Profil”


  1. Chichi

    5 years ago

    Update cerita dong Rip :)


© 2018 ARIP MUTTAQIEN.