Puasa 19 Jam

June 28, 2014 @

Jumat, 27 Juni 2014, seusai shalat jumat di El Fath, saya mendapat brosur jadwal puasa. Lumayan, puasa mulai jam 3 pagi, buka puasa mendekati jam 10 malam, atau sekitar 19 jam. Jadwal puasa terpanjang jatuh di akhir Juni. Contoh: puasa pada 30 Juni dimulai jam 3:07 hingga jam 21:57. Makin mendekati lebaran, jadwal puasa makin pendek. Contoh: puasa pada 26 Juli dimulai jam 3:49 hingga jam 21:36. Melibat posisi bumi terhadap matahari, waktu siang paling panjang di Eropa dialami di akhir Juni.

maastricht prayer time

Namun saya lebih beruntung dari teman-teman yang tinggal di wilayah lebih utara, seperti Scotland dan Skandinavia. Tinggal di wilayah utara tentu membutuhkan daya juang lebih kuat. Merujuk referensi dari Huffington Post, muslim di Stockholm perlu waktu hampir 21 jam! Apalagi muslim di Reykjavik (Iceland) selama 22 jam! Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan mereka yang tinggal di daerah ekstrim tersebut.

Sebenarnya ini bukan pertama kali saya puasa di Eropa. Sudah 2 tahun saya pernah berpuasa di musim panas di Eropa.┬áTidak ada tips khusus. Hal penting adalah mengubah waktu tidur. Jam biologis harus disesuaikan. Melihat waktu berbuka hingga sahur yang hanya 5 jam, saya menyarankan untuk tidur setelah shalat subuh. Biasanya saya tidur setelah subuh hingga jam 8 pagi. Waktu lain yang memungkinkan tidur tambahan adalah setelah shalat asar (sekitar jam 6 sore) hingga menjelang buka puasa. Malam hari lebih tepat digunakan untuk berbuka puasa, shalat tarawih, dan menunggu sahur. Jikapun tidur di malam hari, mungkin hanya bisa tidur 1 – 2 jam.

Tips lain adalah mengatur pola makan dengan memperbanyak minum air dan jus serta buah dan sayur. Karbohidrat terlalu banyak tidak disarankan. Tantangan utama bukan kelaparan. Menahan lapar bukan hal sulit, asal pola makan diatur secara benar. Terutama, jangan lupa sahur, karena sahur bermanfaat sebagai energi tambahan.

Terakhir, puasa di Eropa kadang lebih mudah daripada di Indonesia, jika membandingkan kelembapan (humidity) level. Dari pengalaman saya, walaupun musim panas di Eropa, tidak membuat berkeringat seperti di Indonesia. Di Indonesia, dengan kelembapan yang tinggi, walaupun durasi lebih pendek, keringat dan rasa haus justru lebih menantang. Ini saya alami ketika jogging, walaupun sering lari di saat matahari bersinar terik di Eropa, keringat lebih sulit keluar, jikapun sudah berkeringat namun cepat kering. Bandingkan dengan di Jakarta, untuk menghilangkan keringat harus masuk ke ruangan AC, atau mandi.

Selamat berpuasa!

2 Comments → “Puasa 19 Jam”


  1. siluman ambon

    3 years ago

    Selamat ibadah saum di bulan ramadhan…. gw pengen kuliah di jerman.


    • admin

      3 years ago

      semangat bung, pasti bisa!


© 2018 ARIP MUTTAQIEN.