Selamat Milad untuk Ustad Musoli

June 17, 2012 @

Hari Sabtu ini agak berbeda dengan hari biasa. Bukan saja karena Sabtu adalah weekends yang berarti hari untuk istirahat. Hari Sabtu, 9 Juni 2012, lebih dari 100 alumni PPSDMS berkumpul di gedung pusat PPSDMS, Jalan Lenteng Agung Raya 20, Jagakarsa. Mereka datang tidak hanya untuk bertemu dengan alumni PPSDMS, namun untuk memberi kejutan kepada Ustad Musoli, seorang guru yang disegani.

Ustad Musoli tahun ini berumur 54 tahun. Lebih dari setengah abad usia, namun tak ada yang berubah. Beliau tetap bersemangat seperti delapan tahun lalu ketika saya pertama kali bertemu. Tanda-tanda semangat itu tidak hilang termakan usia.

Pihak panitia sengaja mengundang alumni dengan tagline “Acara Ulang Tahun Ustad Musoli”. Acara ini didesain dalam bentuk informal dan santai. Sedangkan Ustad Musoli hanya tahu bahwa ini adalah sebuah acara pertemuan alumni PPSDMS. Dalam benaknya tak ada bayangan sama sekali bahwa ini adalah acara khusus untuk dia.

Acara dimulai jam 10.15, terlambat 15 menit dari jadwal seharusnya. Ternyata tantangan utama adalah mengumpulkan peserta tepat waktu. :D Akhirnya jam 10.15, Ustad Musoli, Pak Kemal, dan Pak Husein sudah duduk di ruangan. Begitu MC membuka acara, lampu langsung dimatikan, dan langsung memutar video khusus:

Selanjutnya, sebuah kue ulang tahun dibawa masuk ke dalam ruangan oleh seorang peserta. Beginilah rekaman video ruangan itu. Ohya, MC acara ini adalah Masyur Ridho, seorang alumni PPSDMS. MC ini cukup kocak membawakan acara dan beberapa kali melempatkan guyonan segar. Walaupun kadang-kadang guyonannya membuat dia harus tertawa membuka mulut lebar-lebar.

Kue diletakkan di meja depan. Tentu dengan lilin ulang tahun. Yang lucu, kue ulang tahun dibuat dalam cetakan “17”. Ini adalah sebuah bahan bercandaan untuk Ustad Musoli. Entah siapa yang punya ide seperti ini. Apapun, semangat 17 harus tetap dijaga. Tetap semangat!

Selanjutnya, Ahmad sebagai perwakilan alumni memberi sambutan. Seharusnya ketua Ikatan Alumni PPSDMS yang berbicara, namun yang bersangkutan belum terlihat batang hidung. Harap dimaklumi karena dia memang orang sibuk. Sebagai PNS baru di sebuah kementerian, wajar jika sering jadi andalan untuk menyiapkan materi :)

Sebagai kado tambahan, beberapa alumni di luar negeri memberi video testimonial. Sebut saja Boy dari Korea Selatan, Kamal dari Saudi Arabia, Refi dari Prancis, dan Shofwan dari Jepang.

 

Empat video itu membuat suasana jadi segar. Semua video tampil dengan karakteristik masing-masing. Dan yang pasti membuat satu ruangan tertawa lepas. Banyak komentar-komentar spontan terucap dari peserta dalam ruangan. Misalnya, ketika video Shofwan ditampilkan. Shofwan membuat video sesaat setelah bangun tidur, dalam kondisi setengah ngantuk dan kurang pencahayaan. Wajar jika ada peserta yang komentar “Seperti reportase investigasi!” Ada pula yang komentar “Ini video interview dengan teroris?”

Satu catatan menarik adalah ketika Ustad Musoli menerima kado. Ada yang memberi kado mainan, khusus dikirim dari Korea Selatan. Ada juga yang memberi disertasi. Mantap benar kalau ini! Dan dia menjadi alumni yang pertama mendapat gelar doktor! Ada kado sebuah draft buku, disebut 85 % draft buku khusus tentang Ustad Musoli.

Refleksi kecil: Acara ini memang dikemas tidak terlalu serius. Alumni sengaja memberikan kejutan kecil untuk seorang guru. Seorang guru yang telah mendidik ratusan anak-anak terbaik di kampus-kampus besar di republik ini. Apa yang ditanam hari ini, besok belum tentu bisa dipetik. Ini adalah sebuah investasi jangka panjang. Investasi yang baru bisa dirasakan dimasa depan.

 

Comments are closed.

© 2018 ARIP MUTTAQIEN.