Tentang Nama “Arip Muttaqien”

August 12, 2013 @

Kali ini saya posting tidak terlalu penting. Namun sepertinya penting untuk menjawab banyak pertanyaan “Darimana nama Arip Muttaqien berasal?”

Pertanyaan lain, “Apakah Anda orang Sunda?” Mereka yang bertanya ini pasti menebak karena nama Arip berakhiran huruf “P”, sebuah huruf yang wajar ditemukan di nama-nama orang Sunda.

Bukan, saya bukan orang Sunda. Kedua orang tua adalah orang Jawa. Dari pihak Ayah berasal dari Gunung Kidul, sebuah daerah pegunungan di Yogyakarta. Dari pihak Ibu berasal dari Lampung Timur, kabupaten hasil pemekaran Lampung Tengah. Kakek nenek dair pihak Ibu pindah ke Lampung Timur sebagai keluarga transmigran. Tidak heran, kadang saya mengaku berasal dari Lampung. Cukup familiar, karena memang saya sudah sering ke Lampung.

25 Mei 1985, bertepatan dengan 5 Ramadhan 1405 H, saya lahir di muka bumi menjelang adzan magrib. “Lahir tidak terlalu merepotkan” Begitu kata Ibu. Saat itu bulan puasa. Sebagai orang yang besar di Indonesia, sudah berulang-ulang syiar Al Baqarah ayat 183 diulang-ulang diberbagai penjuru pengeras suara mesjid, radio, dan televisi.

Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertaqwa.

Tujuan berpuasa adalah agar menjadi orang bertaqwa. Dalam bahasa Arab adalah “muttaqiin”. Kata “muttaqiin” ini diambil sebagai nama belakang. Memang hebat sekali pengaruh kutbah berulang-ulang, hingga orang tua saya mengambil “muttaqiin” sebagai salah satu nama untuk anaknya.

Bagaimana dengan nama “Arip”. Sesungguhnya, orang tua hendak memberi nama “Arif”. Namun apa hendak dikata, ketika orang tua menerima berkas kutipan akte lahir, di kertas yang lusuh dan tidak berwarna putih itu sudah tertulis jelas nama “Arip Muttaqien“.

Ternyata salah ketik!

Sebagai orang yang males berurusan dengan birokrasi, keluarga saya tidak memperpanjang urusan ini.

Tapi akhirnya berdampak ke masa depan :D

Semua dokumen kehidupan saya tertulis sesuai dengan nama akte lahir: Arip Muttaqien. Contoh: ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, ijazah S1, ijazah S2, KTP, SIM, paspor, visa, dan seluruh dokumen.

Kecuali satu dokumen, yaitu ijazah TK!

Ijazah TK saya tertulis Arif Muttaqien.

ijazah TK

Inilah nama saya yang sebenarnya. Sesuai dengan nama yang direncanakan orang tua. Sejak itulah, saya selalu berharap bisa kembali ke masa TK, dimana ijazah tertulis dengan nama yang benar. :)

Mengubah nama di akte kelahiran sebenarnya tidak sulit. Hanya perlu datang ke kantor pengadilan, kemudian dilanjutkan ke kantor catatan sipil. Tidak terlalu bertele-tele. KTP bukan sesuatu yang mustahil diubah (meski agak ribet). Apalagi sekedar mengubah alamat email, akun Facebook, twitter, atau bahkan website ini.

Yang membuat agak malas justru mengurus perubahan nama untuk ijazah. Ijazah hanya diterbitkan satu kali. Asal tahu saja, sekolah SD tempat saya sekolah tidak bubar. Agak memusingkan harus mengurus hingga kantor Dinas Pendidikan Kota Madiun hanya untuk masalah nama. SMP dan SMA masih berada di sekolah yang sama (note: SMP dan SMA masih berdiri eksis). Universitas tempat kuliah S1 masih berdiri tegak dengan gedung rektorat menghadap danau UI. Universitas di Prancis? Membayangkan birokrasi di Prancis yang terkenal lamban dalam membalas email, rasanya seperti mengelus dada.

Jikapun mau, sebenarnya perubahan nama bisa diusahakan. Namun memang tidak terlalu urgent saat ini. Biarkan saja jadi ciri khas: kesalahan ketik dari petugas kantor catatan sipil :))

Semoga tulisan ini bisa membantu menjawab bertanyaan berulang-ulang dari banyak pihak.

 

 

8 Comments → “Tentang Nama “Arip Muttaqien””


  1. Adlil Umarat

    5 years ago

    Kalau Arif udah banyak. Kalo Arip agak jarang. Kisah yg sangat mengharukan Rip. Akibat salah ketik. :) Tp yg penting orangnya keren dan bermanfaat untuk orang banyak. Itu lebih utama.


    • admin

      5 years ago

      Hahaha….makanya website ini namanya tetap aripmuttaqien.com


  2. Rusdi

    5 years ago

    cerita yang mengharukan mas…
    eh tapi untung juga yah bukan Arip Muttakin… hehehe..


  3. chichi

    4 years ago

    Hihi.. lucu Rip. Kayak kasusnya si Boy, mau-nya Audi, tertulis di akta Andi. Gimana disana? Kuliah mulai kapan?


    • admin

      4 years ago

      2 sept sudah mulai kuliah chi, disini masih summer, tapi dg suhu 9 C, hahaha


  4. dina

    4 years ago

    aku juga ada yang salah ketik… Tapi bukan ijazah.. Melainkan sertifikat delf.. Salah ketik tanggal lahir. Menurt pengalaman anda apakah akan menyulitkan ketika kita apply beasiswa atau untk.lamaran.kerja.. Krn saya jg malas berurusan dg birokrasi.


    • admin

      4 years ago

      @dina:
      kalau lamaran kerja, biasanya nggak perlu sampai detail minta sertifikat delf, kecuali jika mau ngajar bahasa prancis kali ya, hehehe
      untuk delf, rasanya bisa dicoba appeals, karena itu hak kita juga :)


  5. zaini

    3 years ago

    mas arip yang berbahagia, birokrasi banyak orang jawa. orang jawa gk bisa huruf f bisanya p.ingat jangan sampai salah istri, arif kearaban-arip kejawaan


© 2018 ARIP MUTTAQIEN.