Vanished Kingdoms: The Rise and Fall of States and Nations

July 1, 2012 @

Pernahkah membayangkan bagaimana bentuk kerajaan di daratan Eropa abad ke-4? Pernahkan mendengar nama-nama kerajaan: Tolosa, Alt Clud, Burgundia, dan Aragon? Pernahkah membayangkan bagaimana kerajaan-kerajaan lahir dan lenyap?

Beberapa nama yang disebutkan itu adalah contoh kerajaan yang pernah eksis di daratan Eropa. Kerajaan Tolosa, berada di selatan Prancis dan menjangkau wilayah Spanyol. Kerajaan Tolosa eksis pada tahun 418 – 507, disebut pula Visigothic Kingdom of Tolosa. Tahun 507, sebagian besar wilayah Tolosa jatuh ke tangan musuh. Bila Anda mampir ke Prancis bagian selatan, Anda akan temukan kota Toulouse. Sesuai dengan namanya, Toulouse berasal dari terminologi Tolosa, sebuah kerjaan yang pernah eksis.

Alt Culd sering disebut sebagai Kingdom of the Rock, eksis pada abad ke-5 hingga abad ke-12 di wilayah Inggris bagian utara. Sesuai dengan namanya, kerajaan ini mendiami wilayah berbatu-batu. Alt Culd menghadapi beragam ancaman, seperti musim dingin yang menyakitkan dan serangan bangsa Viking.

Wilayah Burgundia terletak di Prancis dan Swiss, sejak abad ke-4 hingga abad ke-18, lima hingga tujuh kerajaan pernah eksis. Wilayah ini dihuni oleh bangsa Celtic dan Romans. Kawasan ini terkenal sebagai perkebunan anggur. Tidak salah jika Prancis di era modern terkenal dengan wine.

Masih ada lagi beberapa kerajaan yang pernah eksis, seperti Aragon, penguasa laut tengah (1137 – 1714), Litva di kawasan Eropa Timur, (1253 – 1795), Byzantion, dimana Istanbul terkenal sebagai pusat pemerintahan dengan wilayah kekuasaan di Balkan hingga Laut Tengah (330 – 1453), Borussia di wilayah Eropa Timur (1230 – 1945), Sabaudia di wilayah Italia (1033 – 1946), Galicia di perbatasan Kerajaan Hungaria dan Kekaisaran Rusia (1773 – 1918), Etruria di wilayah Italia (1801 – 1814), Rosenau di wilayah Bavaria (1826 – 1918), Tsernagora di kawasan Balkan (1910 – 1918), Rusyn, sebuah republik yang hanya berusia sehari walau klaim ini diragukan kebenarannya (15 Maret 1939), Éire di daerah Irlandia, wilayah yang tidak stabil sejak 1916, dan CCCP atau Estonia sebagai wilayah yang bergantian dikuasai Finlandia, dan Uni Soviet (1924 – 1991).

Mengapa akhirnya kerajaan-kerajaan tersebut lenyap? Ada dua sebab: eksternal dan internal. Meminjam istilah Hobbesian adalah ‘forraign warre’ dan ‘internall diseases’. Buku ini mengulas, setidaknya ada lima mekanisme yang bekerja: implosion, conquest, merger, liquidation, dan infant mortality. Univ Soviet dapat dikategorikan sebagai ‘implosion’ atau negara yang terpecah-pecah, setelah kebijakan glasnost dan perestroika. Yugoslavia dan Austria-Hungaria adalah contoh lain, dari sebuah negara besar kemudian hancur berkeping-keping. Pada kasus Austria-Hungaria, Perang Dunia I punya pengaruh kuat terhadap hancurnya Austria-Hungaria.

Contoh negara yang hancur karena penaklukan (conquering) adalah Tolosa, Burgundy, Byzantine, Poland-Lithuania, dan Prussia. Kekalahan dari serangan musuh menghancurkan eksistensi negara tersebut. Faktor geopolitik juga berpengaruh. Turunnya dominasi Kerajaan Swedia sejak abad ke-18 dan Kerajaan Spanyol sejak abad ke-19 turut berpengaruh pada perjalanan sejarah.

Kerajaan Sardinia, terbentuk dari empat wilayah: Savoy, Piedmont, Nice, dan Sardinia adalah contoh mekanisme penggabungan (merger). Mirip dengan penggabungan perusahaan atau korporasi untuk memperkuat branding. Penggabungan ini seringkali untuk memperkuat dinasti kerajaan dan memperpanjang kekuasaan. Pernikahan antara putra mahkota adalah mekanisme memperkuat aliansi antar kerajaan.

Likuidasi (liquidation) adalah konsep yang umum dalam dunia bisnis. Contoh nyata adalah ketika Czechoslovakia sepakat berpisah pada tahun 1993. Satu negara menjadi dua negara: Czech Republic dan Republic of Slovakia. Kedua negara ini sama-sama anggota Uni Eropa pada hari ini. Mekanisme yang umum adalah referendum sebagai legitimasi utama.

Rusyn yang berada di wilayah Carpatho-Ukraina dikenal sebagai ‘The Republic of One Day’, langsung mati begitu lahir pada hari yang sama. Negara yang hanya berusia sehari ini adalah contoh infant mortality. Seluruh bentukan Napoleon termasuk kategori infant mortality, seperti Kerajaan Etruria. Faktor yang paling berpengaruh adalah politik, militer, dan ekonomi. Contoh lain adalah Georgia yang kembali diakuisisi Uni Soviet setelah 3 tahun merdeka.

Buku ini menarik untuk dibaca, terutama yang berminat untuk ekplore sejarah kerajaan-kerajaan di Eropa. Catatan-catatan yang ditulis cukup detail dengan berbagai literatur lengkap. Penulis selalu memberikan ilustrasi peta wilayah kerajaan. Buku ini sangat tebal: 896 halaman versi ebook. Ditulis oleh Norman Davies, professor sejarah di Inggris. Buku ini diterbitkan tahun 2011. Sebagai textbook, buku ini bisa jadi literatur menarik. Namun buku ini bukan bacaan ringan dan pola pikir kita harus flash back ketika baca buku ini, membayangkan seolah-olah hidup pada masa kerajaan tersebut.

Selamat membaca.

 

One Comment → “Vanished Kingdoms: The Rise and Fall of States and Nations”

  1. […] #VanishedKingdoms: The Rise and Fall of States and Nations July 2, 2012 @ admin → No Comments Kultwit ini saya kumpulkan di http://chirpstory.com/li/12269. Resensi buku ini saya tulis di sini. […]


© 2017 ARIP MUTTAQIEN.